Rabu, 24 September 2014

Akulturasi dan Asimilasi

Akulturasi dan Asimilasi terkadang terdengar sangat familiar ditelinga kita, namun apakah kita memahami arti dari masing-masing kata tersebut?. Karena itu dalam blog ini saya mencoba membahasnya karena mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya, bukan bermaksud untuk merendahkan dan menggurui para blogger, namun kita coba untuk sharing informasi yang kita ketahui.

Akulturasi

Akulturasi mempunyai berbagai arti diantara para sarjana antropologi, tetapi semua sepaham bahwa sebuah proses akulturasi disebabkan sekelompok manusia yang berkebudayaan dihadapkan dengan kebudayaan asing yang berbeda sehingga lambat-laun kebudayaan asing itu diterima dan melebur dengan kebudayaan setempat.
            Proses akulturasi memang sudah sejak dahulu ada dalam sejarah kebudayaan manusia, tetapi akulturasi yang mempunyai sifat khusus baru timbul ketika budaya yang berkembang di Eropa Barat mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia dan kita mengetahui bahwa bangsa Eropa waktu itu mulai menyebar keseluruh dunia mulai abad 15. Dengan meluasnya kebudayaan barat di seantero jagad membuat masalah-masalah penelitian tentang kebudayaan asli semakin sulit atau bahkan tidak mungkin diteliti oleh para sarjana antropologi, karena diseluruh muka bumi hampir tidak ada lagi suku bangsa asli seperti itu. Tetapi mengkaji akulturasi kebudayaan pada setiap kebudayaan dianggap penting karena kebudayaan merupakan suatu identitas bangsa, maka banyak kalangan antropolog sebelum perang dunia I dan II bahkan pada masa kolonialisme imperialisme yang meneliti tentang akulturasi budaya menjadikan ilmu antropologi dikalangan semua orang menjadi sebuah kebutuhan.
            Penelitian proses akulturasi merupakan bagian yang tidak mudah, selain harus dengan bukti-bukti tertulis para antropolog juga harus menggunakan metode-metode penelitian sejarah paling tidak meminta bantuan kepada ahli sejarah karena berkaitan dengan kaian masa yang telah lalu. Dari bahan kajian akulturasi budaya,  unsur  individu merupakan sosok yang dianggap penting dalam hal proses akulturasi pada setiap daerah. Hal ini karena setiap individu seperti pedagang akan membawa barang-barang yang berhubungan kebudayaan asing ataupun para pendeta yang mengajarkan ajarannya. Tentu ada reaksi tertentu jika datang kebudayaan asing yang masuk ke daerahnya namun lambat-laun karena sudah banyak ataupun sudah seringnya orang menggunakan semua akan berbaur menjadi suatu kebudayaan baru.

Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda, saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas dan juga unsur-unsur masing-masing berubah wujud menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.
Proses asimilasi banyak diteliti oleh para sosiolog dari berbagai daerah dan yang timbul masalah adalah suatu gesekan individu ataupun kelompok yang berbeda seperti asia dengan eropa ataupun seperti indonesia yang mempunyai banyak suku dan agama. Penelitian dari para ahli terbukti asimilasi hanya terjadi pada kelompok-kelompok yang bergaul dalam satu pergaulan yang intensif atau berkepanjangan.



Jadi??
Akulturasi dan Asimilasi bila dilihat secara arti luas memang sama yaitu percampuran suatu unsur-unsur sosial masyarakat pada setiap kelompok. Namun, pada akulturasi disini lebih terfokus pada percampuran budaya yang ada di dunia seperti budaya eropa yang berakulturasi dengan budaya-budaya yang ada di penjuru dunia karena adanya masa kolonial dan imperial sebagai pemicunya. Sedangkan pada proses asimilasi percampuran unsur tersebut hanya bersifat individual ataupun paling besar suatu kelompok dan prosesnyapun tidak tercampur begitu saja, dikarenakan objeknya terlalu detail asimilasi membutuhkan interaksi setiap kelompok ataupun individu secara intensif untuk dapat menjadikan unsur-unsur kebudayaan campuran pada suatu kelompok tersebut dan bisa disebut dengan asimilasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar