Jika kita lihat dedikasi Australia terhadap
Indonesia di era AMB 1 dan AMB 2 Australia sangat berat membela Indonesia di
banding Belanda yang sudah jelas memiliki hubungan yang baik dengan Negara induk
Australia yakni Inggris. Salah satu yang unik tentang hubungan diplomasi antara
Indonesia dan Australia terletak pada partai politik yang berkuasa di
Australia. Di Australia terdapat 3 partai poloitik besar yakni partai buruh,
partai liberal, dan partai country. Biasanya partai liberal dan partai country
berkoalisi sebagai partai non buruh untuk melawan partai buruh. Sebelum
Indonesia mencapai titik puncak perjuangannya pada tanggal 17 Agustus 1945, di
Australia yang berkuasa adalah partai liberal atau non buruh yang mana ketika
partai ini berkuasa maka mereka hanya akan mementingkan keperluannya saja tanpa
melihat orang lain. Maka pantas saja bahwa pada saat itu Australia sudah merasa
puas dengan sikap apatisnya terhadap Indonesia dengan bersifat netral dan lebih
berat ke belanda.
Ketika di Indonesia sedang terjadi perjuangan
nasional untuk memperoleh kemerdekaan pemerintah dan rakyat Australia mulai
memberikan simpatinya terhadap Indonesia, mengapa demikian, karena pada saat
itu partai yang berkuasa di Australia adalah partai buruh yang mana partai ini
merupakan partai yang membela Hak Azasi Manusia (HAM). Dimata Australia pada
saat itu Belanda sudah melanggar HAM orang Indonesia untuk merasakan
kebebasannya atau merdeka dan Indonesia merupakan Negara yang sedang teraniaya
oleh Belanda, maka dari itu Australia memberikan simpati nya terhadap Indonesia
dan cenderung membela Indonesia di bandingkan dengan Belanda.
Dari pernyataan di atas dapan disimpulkan bahwa ketika
partai liberal atau non buruh yang berkuasa di Australia maka hubungan
Indonesia dengan Australia seakan jauh dan bertentangan tetapi apa bila partai
butruh yang berkuasa di Australia maka hubungan diplomasi antara kedua Negara
tersebut sedang berada di puncak kemesraan.
Adapun simpati yang diberikan Australia terhadap
Indonesia itu sangat dirasakan sebagai dukungan moral bagi Indonesia. Ini
terlihat ketika terjadinya Agresi Militer Belanda pertama Australia lah yang
menasihatkan kepada pihak Indonesia untuk meminta bantuan langsung kepaada sekretari
jendral PBB dengan perantaraan India. Pembelaan Australia tidak sampai dengan
hanya AMB I saja pada AMB II dedikasi Australia terhadap Indonesia juga
terlihat dengan pihak Australia meminta kepada dewan keamanan PBB agar segera
menghentikan serangan Belanda terhadap Indonesia. Selain itu, N.J.O. Makin
mengecam tindakan Belada atas nama Australia. Pembelaan Australia terhadap
Indonesia pada saat itu bahkan Australia sampai mau menjadi salah satu Negara
penengah antara perselisihan Belanda dengan Indonesia yang di bentuk PBB (KTN),
selain itu Australia juga membela Indonesia sampai dengan konferensi meja
bundar. Bahkan ada yang menganggap bahwa mentri luar negri Australia pada saat
itu “evatt” merupakan sebagai bidan kemerdekaan Indonesia.
Siboro. J. (1996). Sejarah
Australia. Bandung: Tarsito
Tidak ada komentar:
Posting Komentar